MANAJEMEN SEKOLAH : KONSEP, PRINSIP, RUANG KAJIAN DAN FUNGSI MANAJEMEN SEKOLAH





MANAJEMEN SEKOLAH

KONSEP, PRINSIP, RUANG KAJIAN DAN FUNGSI MANAJEMEN SEKOLAH

Nama : Atikah Putri Dinanty

NIM : 11901029

Kelas : PAI 4C

1.      Konsep Manajemen Sekolah

Manajemen sekolah adalah dan manajemen pendidikan memiliki pengertian, ruang lingkup dan proses kerja yang sama, keduanya memiliki persamaan yang sulit untuk dibedakan. Manajemen dalam oraganisasi sekolah disebut juga dengan manajemen pendidikan, yang diartikan sebagai Administrasi Pendidikan. Administrasi Pendidikan adalah proses penyerahan dan proses kerja sama untuk mencapai tujuan dengan bekerja sama baik personal, spiritual serta material yang bersangkutan dengan tujuan pendidikan. (Nurdyansyah dan Andik, 2017: 1)

Menurut James Jr. dalam Nurdyansyah dan Andik (2017: 2) menyatakan bahwa manajemen sekolah merupakan proses pemberdayaan Sumber Daya Manusia bagi penyelenggaraan sekolah secara efektif. Sedangkan menurut Nurdyansyah dalam Andik dan Nurdyansyah (2017: 2) menyatakan bahwa proses pembelajaran melibatkan banyak pihak, peran dari bahan ajar juga sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.

Menurut Nur, dkk (2016: 95) Manajemen sekolah adalah proses mengelola sekolah melalui pengawasan, pengorganisasian dan pengarahan dengan kepala sekolah sebagai manajer sekolah sesuai posisi yang telah ditetapkan dalam organisasi sekolah agar sekolah dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah wajib menciptakan hubungan sebaik-baiknya dengan para warga sekolah. Kinerja seorang kepala sekolah dirumuskan sebagai EMASLIM yaitu Education, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Innovator dan Motivator.

Pendekatan pembelajaran yang baik terdapat dalam UU no. 20 Tahun 2003 yang menerangkan “Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang didasarkan pada Pancasila UUD 45 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman”.

Proses pendidikan yang bermutu apabila semua komponen terlibat dalam proses pendidikan tersebut dan melakukan tugas masing-masing secara maksimal. Tujuan pendidikan harus bersifat jelas, penggunaan bahasa operasional dapat lebih mudah untuk dipahami, penyusunan program yang menyeluruh dan bersinergi dengan program lain, sehingga memberi manfaat yang baik, efektif dan efisien. Manajemen yang bagus adalah manajemen yang sejalan dengan konsep dan program yang direncanakan hingga keberhasilan lebih dari 95%.  (Nurdyansyah dan Andik, 2017: 3)

Manajemen hubungan sekolah dan orang tua/wali murid diharapkan memiliki hubungan yang harmonis dan beriringan. Hubungan yang baik akan membuat masyarakat memiliki rasa tanggung jawab untuk bersama-sama memajukan sekolah. Hubungan tersebut akan memberikan gambaran kepada masyarakat, sehingga dapat diinformasikan kepada masyarakat umum dari orang tua wali murid, kunjungan ke sekolah, laporan tahunan sekolah, dan sebagainya. (Nurdyansyah dan Andik, 2017: 4)

Dari hubungan yang harmonis tersebut diharapkan akan tercapainya tujuan yaitu, pendidikan akan terlaksana secara produktifm efektif, dan efisien sehingga dapat mencetak lulusan yang produktif dan berkualitas, yang menguasai kompetensi murid terhadap ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang menjadi bekal saat terjun di masyarakat.

Menurut Nurdyansyah dan Andik, (2017: 4) Manajemen dan Administrasi memiliki fungsi yang sama antara lain; Merencanakan (Planning); Mengorganisasikan (organizing); Mengarahkan (directing); Mengkoordinasikan (coordinating); Mengawasi (controlling); dan Mengevaluasi (evaluation).

 

2.      Prinsip Manajemen Sekolah

Terdapat 4 prinsip dalam mengembangkan sekolah yaitu:

a)      Equifinality

Prinsip yang berdasarkan teori modern, yang berpendapat bahwa terdapat beberapa metode yang berbeda dengan pencapaian tujuan. Dimana sekolah wajib mandiri dalam mengelola seluruh aktifitas bersama warga sekolah sesuai kondisi masing-masing. Dikarenakan rumitnya gambaran pekerjaan sekolah serta perbedaan yang signifikan antar sekolah, contohnya perbedaan sarana dan prasarana, situasi akademik, karena sekolah tidak dapat dijalankan dengan struktur yang sama dalam seluruh kota, provinsi ataupun Negara. Tantangan tersebut yang harus dituntaskan oleh sekolah, sekalipun sekolah lain memiliki masalah yang sama cara penanganannya akan berbeda.

b)      Decentralization

Prinsip ini konsisten dengan prinsip ekuifinalitias, karena prinsip ekuilifitas yang dikemukakan sebelum mendorong adanya desentralisasi kekuasaan dengan membebaskan sekolah untuk berkembang, dan bekerja menurut strategi-strategi unik mereka untuk menjalani dan mengelola sekolah dengan efektif. Maka dari itu, sekolah harus diberikan kekuasaan dan tanggung jawab untuk memecahkan masalah secara efektif dan cepat ketika masalah tersebut muncul. Tujuan prinsip ini adalah pemecahan masalah, bukan menghindari masalah.

c)      Self-Management System

Berkaitan dengan prindip sebelumnya, ketika sekolah menghadapi masalah maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri, sekolah dapat menyelesaikan masalahny apabila telah mendapatkan wewenang atau perlimpahan wewenang dari birokrasi diatasnya kepada sekolah. Dengan adanya wewenang tersebut maka sekolah dapat melakukan system pengelolaan mandiri (Self-Management System).

d)      Human Initiative

Prinsip ini menekankan bahwa sumber daya manusia atau orang adalah sumber daya berharga dalam organisasi sehingga poin utama manajemen yaitu mengembangkan sumber daya manusia di dalam sekolah untuk berinisiatif, yang bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai dengan warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik. Prinsip ini mengakui manusia adalah sumber yang dinamis maka potensinya perlu digali, ditemukan kemudian dikembangkan, sehingga lembaga pendidikan harus menggunakan pendekatan Human Resources Development yang memiliki konotasi dinamis, dimana memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

 

3.      Ruang Kajian Manajemen Sekolah

                               I.            Berdasarkan Obyek Garapan

Seluruh aktifitas manajemen sekolah secara langsung maupun tidak langsung yang terlibat dalam kegiatan mendidik di sekolah, antara lain:

                                                        i.            Manajemen Peserta didik

Menurut Knezevich dalam Nurdyansyah (2017: 10-11) mengartikan manajemen peserta didik atau dengan nama lain Pupil Personnel administration,manajemen peseta didik diartikan sebagai layanan yang berfokus pada pengaturan, pengawasan dan layanan peseta didik di kelas dan di luar kelas. Kegiatan yang direncanakan secara sengaja oleh sekolah untuk bimbingan secara berkelanjutan terhadap seluruh peserta didik agar mengikuti pembelajaran secara efektif dan efisien, demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Menurut Nurdyansyah dan Andik (2017: 11) Tujuan umum manajemen peserta didik adalah mengatur segala kegiatan peseta didik yang menunjang proses belajar mengajar di sekolah, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar, tertib dan teratur. Sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotorik peserta didik, menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan) serta bakat dan minat peserta didik, menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik,

                                                      ii.            Manajemen personil sekolah

Proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja untuk pembinaan secara kontinu para pegawai di sekolah, sehingga dapat menunjang kegiatan sekolah agar dapat berjalan secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. (Nudyansyah dan Andik, 2017:11)

                                                    iii.            Manajemen kurikulum

Menurut Nusdyansyah dan Andik (2017:13) mengatakan bahwa Kegiatan manajemen kurikulum meliputi 3 pokok kegiatan, yaitu kegiatan pendidik, peserta didik, dan seluruh warga sekolah.

                                                    iv.            Manajemen sarana dan prasarana

Merupakan salah satu sumber daya yang utama dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah, dimana perlu dilakukan peningkatan dalam pendayagunaan dan pengelolaannya, agar tujuan dapat tercapai (Nuhadyansyah dan Andik, 2017:13)

 

                            II.            Berdasarkan Fungsi Manajemen

Dalam buku Manajemen sekolah berbasis ICT yang ditulis oleh Nurdyansyah dan Andik, (2017: 23) penulis mengambil rumusan dari Suharsimi Arikunto & Lia Yuliana yaitu : 1) Perencanaan; 2) Pengorganisasian; 3) Pengarahan; 4) Pengkoordinasian; 5) Pengkomunikasian; dan 6) pengawasan.

a.       Perencanaan adalah proses memikirkan dan menetapkan kegiatan dan langkah yang akan dilaksanakan oleh peserta didik di hari kemudian dalam mencapai tujuan yang efektif dan efisien.

b.      Pengorganisasian adalah menghubungan perilaku yang efektif antar individu sehingga dapat bekerjasama dengan efisien dan memperoleh kebihjakan pribadi dalam melaksanakan tugas.

c.       Pengarahan adalah udaha yang dilakukan pemimpin untuk menjelaskan, memberikan petunjuk serta membimbing kepada orang-orang yang menjadi bawahannya sebelum dan selama melaksanakan tugas.

d.      Pengkoordinasian adalah usaha yang dilakukan pemimpin untuk mengatur, menyatukan, menserasikan, dan memadukan semua kegiatan yang dilakukan oleh bawahan.

e.       Pengkomunikasian merupakan usaha yang dilakukan pemimpin lembaga untuk menyebarluaskan informasi tentang apa yang terjadi di dalam maupun hal-hal di luar lembaga yang ada kaitannya dengan kelancaran tugas untuk mencapai tujuan bersama.

f.       Pengawasan adalah usaha pimpinan mengetahui semua hal yang menyangkut kinerja para pegawai dalam melakukan tugas mencapai tujuan.

 

                         III.            Berdasarkan Wilayah Kinerja

Menurut Nurdyansyah dan Andik (2017: 25) manajemen pendidikan berdasarkan wilayah kinerja sebagai berikut:

a.       Manajemen Pendidikan Seluruh Negara, yaitu Manajemen Pendidikan yang menyangkut urusan nasional, yang ditangani meliputi pendidikan di sekolah, pendidikan di luar sekolah, pendidikan latihan, penelitian dan lain sebagainya.

b.      Manajemen Pendidikan Satu Provinsi, yang meliputi wilayah kerja pada satu provinsi, dimana dalam pelaksanaannya dibantu lebih lanjut oleh petugas manajemen pendidkan di kabupaten dan kecamatan.

c.       Manajemen pendidikan satu kabupaten/kota,manajemen yang meliputi wilayah kerja satu kabupaten semua urusan pendidikan memuat jenjang dan jenis.

d.      Manajemen satu unit kerja, manajemen ini berfokus pada suatu unit kerja yang langsung menangani pekerjaan mendidik.

e.       Manajemen kelas, suatu kesatuan kegiatan terkecil dalam usaha pendidikan yang merupakan “dapur inti” (tempat bagi peserta didik mendapatkan pembelajaran) dari seluruh jenis manajemen pendidikan.

 

                         IV.            Berdasarkan Pelaksana

Pelaksana manajemen di pusat latihan mempunyai peranan dan tugas seperti pelaksanaa di sekolah, seperti kepala sekolah, staf Tata Usaha, pendidik dan orang yang bekerja di kantor atau pusat latihan (kursus).(Nurdyansyah dan Andik, 2017:26)

 

4.      Fungsi Manajemen Sekolah

Menurut Nur, dkk (2016: 95-96) secara umum terdapat 4 fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu, fungsi perencanaan (planning), fungsi Pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling).

Menurut Nurdyansyah dan Andik (2017: 26-31) terdapat 7 fungsi manajemen sekolah, antara lain:

a.       Perencanaan (Planning)

Menurut Robbins dalam Nurdyansyah (2017:26) perencaan adalah proses menentukan tujuan dan mentapkan cara terbaik yang efisien dan efektif dalam mencapai tujuan.

b.      Pengorganisasian (Organizing)

Pengumpulan sejumlah orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, kemudian pemimpin mengorganisir sumber daya manusia dan sumber daya fisik, hingga dapat dimanfaatkan dengan tepat.

c.       Menggerakkan (Actuating)

Tindakan mengusahakan agar semua anggota tim berusaha mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

d.      Kepemimpinan (Leadership)

Keberhasilan seorang manajer atau kepala sekolah dalam mengelolah organisasi dapat dilihat dari keterampilan dan gaya memimpin. Keterampilan memimpin antara lain, konseptual (pengetahuan), keterampilan teknikal, dan keterampilan interpersonal (komunikasi).

e.       Pengawasan (Controlling)

fungsi pengawasan adalah mengawasi semua aktifitas yang dilaknakan peserta didik, yang dilakukan oleh manajer dengan tujuan memastikan hadil actual sesual dengan hasil yang direncanakan.

f.       Penyusun (Staffing)

Penyusunan ini juga termasuk dengan perekrutan karyawan, pemanfaatan sarana dan prasarana, pelatihan, pendidikan dan pengembangan sumber daya karyawan tersebut dengan efektif.

 

 

Sumber:

1.     Nurdyansyah. Andik Widodo. 2017. Manajemen Sekolah Berbasis ICT. Sidoarjo: Nizamia Learning Center.

2.   Nur. Muhammad. Dkk. 2016. Manajemen Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan pada SDN Dayah Guci Kabupaten Pidie. Jurnal Administrasi Pendidikan Pascasarjana; Universitas Syiah Kuala. Volume 4, Nomor 1, Februari 2016.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK