KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

KAJIAN TEORI TENTANG KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Nama: Atikah Putri Dinanty

NIM: 11901029

A.    Pengertian Karakteristik

Karakteristik berasal dari kata Karakter yang berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan individu dengan individu lainnya. Menurut Kamus Bahasa Indonesia karakter adalah sifat khas atau sesuai dengan perwatakan tertentu dalam diri seseorang. Karakteristik siswa yang mencerminkan tingkah laku dan kemampuan dampak dari pembawaan dan lingkungan sosial sehingga menentukan pola dari kegiatan aktivitas. (Meriyati: 2015)

Beberapa pendapat para ahli mengenai karakteristik yang dikutip dari Meriyati (2015) adalah sebagai berikut:

a)      Surya. Belajar biasanya ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik, karena karakteristik perilaku belajar sebagai prinsip-prinsip belajar dalam sistem pembelajaran.

b)      Ron Kurtus berpendapat bahwa karakteristik adalah satu set tingkah laku atau prilakuu (behavior) dari seseorang sehingga dari perilakunya itu, orang akan mengenalnya, menurutnya karakter yang akan menentukan kemampuan seseorang dalam mencapai cita-citanya dengan efektif, kemampuan untuk taat pada aturan, berperilaku jujur dan berterus terang kepada orang lain akan menunjang keberhasilan seseorang.

c)      Bruno mengatakan karakteristik adalah kecendrungan yang relative untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang tertentu.

d)     Reber berpendaapat karakteristik merupakan kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan secara mulud dan sesuai keadaan untuk menca

Karakter seseorang sering dipengaruhi oleh orang yang ada di lingkungan sekitarnya dan orang-orang yang berada di dekatnya, sehingga sering kita lihat anak kecil yang menirukan perilaku dari orang-orang sekitarnya entah itu perilaku yang buruk maupun perilakuu yang baik.

B.     Hakekat anak didik

Dalam UU no 20 Tahun 2003 yang dikutip dari Janawi (2019) tentang sistem pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan dipahami sebagai usaha sadar dan terncana dalam rangka mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran.

Guru yang baik sebagai pendidik di sekolah sebenarnya tidak mudah, karena tugas mendidik berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan serta menuntut tanggung jawab moral yang berat. Raharjo dalam Janawi (2019) mangatakan guru sebagai profesi memiliki karakteristik peofesional minimum dan berdasarkan sinteses temuan-temuan penelitian. Beberapa karakteristik professional minimu seorang guru adalah mempunyai komitmen pada siswa dan proses pembelajarannya, menguasai secara mendalam bahan pembelajaran atau mata pelajaran serta cara menyampaikan pembelajarannya, bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai evaluasi, berfikir secara sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya, dan menjadi partisipan aktif masyarakat belaajr dalam lingkungan profesinya.

Indikator utama keberhasilan proses pembelajaran pada peserta didik pada perspektif ini adalah behavioral changing. Perubahan-perubahan yang terjadi pada anak dapat diobservasi oleh pendidik secara berkaitan. Kelemahan pada pandangan ini adalah, guru agak kesulitan dalam memahami emosi, penalaran, pemecahan masalah, dan kemampuan berfikir kritis. Perubahan yang mudah diamati adalah perubahan yang diperlihatkan peserta didik melalui perbuatan (fisik psikomotorik) sedangkan perubahan yang bersifat psikologis lebih sulit diamati. Di samping itu, pandangan behaviorisme lebih mengutamakan unifikasi atau keseragaman di kelas. Padahal setiap anak memiliki perbedaan natural ataupun nurture. (Janawi, 2019)

Menurut Janawi (2019) Pembelajaran dalam pandangan Kognitif memposisikan peserta didik bahwa pembelajaran yang dilakukan peserta didik disesuaikan dengan kemampuan kognisi yang ada dalam dirinya. Karakteristik yang dimiliki anak tidak dapat terlepas dari perkembangan kognitifnya karena kognitif tersebut dalam mempengaruhi jenis gaya belajar yang dimiliki setiap anak, yang berpengaruh pada anak dalam menentukan cara anak dalam mempelajari dan memahami sesuatu.

Ada banyak pendekatan dan gaya belajar yang dapat dilakukan oleh guru, dalam “teori kecerdasan majemuk”, setiap anak memiliki kecerdasan majemuk atau memiliki kecerdasan di bidangnya masing-masing, seperti di bidang music, logis-matematis, linguistic, spasial, kinestetis, interpersonal, intrapersonal dan naturalis, untuk itu pendidik yang dinyatakan professional dan kreatif perlu memperhatikan karakteristik-karakterik anak tersebut.

Menurut Janawi (2019) ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pendidikan berkaitan dengan karakteristik peserta didik yaitu; a) Perlu adany evolusi pemikiran tentang belajar dan cara mengajar; b) Perspektif biologis, berdasarkan teori dan penelitian di ilmu saraf, memberikan wawasan baru implikasi penting untuk kelas praktek di daerah seperti bagaimana otak tumbuh dan menyaring peran penting untuk kelas praktek di daerah seperti bagaimana otak tumbuh, c) Penemuan dalam psikologi kognitif yang memiliki pemahaman penting tentang bagaimana pembelajaran terjadi di dalam kelas, d) bersama-sama, perspektif biologis dan kognitif membantu kita memahami pentingnya kecerdasan ganda, kesiapan dan pengetahuan, metakognisi dan juga gaya belajar.

Dapat disimpulkan guru wajib mengetahui karakteristik peserta didiknya sebelum melaksanakan proses belajar mengajar agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dan mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidik hendaknya memfasilitasi peserta didik yang memiliki perbedaan dalam hal biologis maupun psikologis.

 

C.     Indikator penting karaktertik peserta didik

Potensi dalam diri peserta didik dapat dikembangkan apabila tenaga pendidik dapat memahami perbedaan-perbedaan tersebut, walau dalam sistem pendidikan nasional, sistem klasikal masih menjadi ciri utama, namun tuntutan untuk memahami karakter dan perbedaan pontensi peserta didik akan semakin dituntut.

Karakter penting yang perlu diahami dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

1.      Mengidentifikasi karakter fisik dan non fisik peserta didik di kelas

Pertumbuhan mengarah pada fisik sedangkan perkembangan mengarah pada fungsi-fungsi organ dan non fisik, karakteristik fisik merupakan sesuatu ciri yang mudah diamati, seperti keadaan kaki, mata, tangan dan sebagainya.

2.      Mengidentifikasi karaktistik belajar setiap peserta didik di kelasnya. Hal ini masih bersangkutan dengan beberapa hal seperti bakat, minat, lingkungan anak, gaya belajar, intlegensia anak, dan lainnya.

3.      Memastikan peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegitan belajar mengajar.

4.      Mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama  pada semua peserta didik, dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda.

5.      Mencoba untuk mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya.

6.      Membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan dan keterlambatan pemahaman peserta didik, sehingga seluruh peserta didik diusahakan dapat memahami materi yang disampaikan pendidik.

7.      Mempelajari peserta didik yang memiliki kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar, sehingga peserta didik tersebut tidak merasa tersisihkan.

Dalam menguasai karakteristik peserta didik berhubungan dengan kemampuan guru dalam memahami kondisi peserta didik. Peserta didik dalam dunia pendidikan modern merupakan subjek dalam proses pembelajaran yang terjadi di sekolah, sehingga peserta didik dibimbing agar dapat menjadi generasi yang baik dan dapat berkontribusi untuk memajukan bangsa ini. Peserta didik tidak disebut sebagai objek karena mereka memerlukan perhatian dan partisipasi dalam pembelajaran, peserta didik juga memiliki karakteristik tersendiri dalam tiap diri individu.

 

D.    Instrumen Untuk Mengidentifiasi Kemampuan Awal dan Karakteristik peserta didik

Menurut Meriyati (2015), Teknik yang paling tepat untuk mengetahui kemampuan awal siswa yaitu teknik tes, teknik tes ini menggunakan tes prasyarat dan tes awal, yaitu tes yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh siswa  telah memiliki pengetahuan atau keterampilan mengenai pelajaran yang akan dipelajari lebih lanjut.

Benjamin S. Bloom melakukan beberapa eksperimen membuktikan bahwa hasil belajar yang bersifat kognitif jika pengetahuan atau kecapakan pra syarat ini tidak terpenuhi, maka berapa pun kualitas pembelajaran yang tinggi, tidak akan membantu untuk mendapatkaan hasil belajar yang tinggi pula. Hasil tes tersebut bertujuan untuk melihat seberapa banyak penguasaan pengetahuan yang dikuasi oleh peserta didik tentang materi yang telah dipahaminya sebelum dibahas dalam pembelajaran, lalu hasil tersebut akan dibandingkan dengan hasil yang dicapai setelah mengikuti pembelajaran. (Meriyati: 2015)

Pendidik juga dapat menggunakan peta konsep untuk memahami karakteristik anak, ternyata peta konsep juga dapat dijadikan alat untuk mengecek pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa sebelum mengikuti pembelajaran. Caranya bisa dengan meminta peserta didik untuk menuliskan kata kunci utama tentang topic yang akan dipelajari hari itu di tengah papan tulis, sehingga akan diketahui sejauh mana siswa memahami materi yang akan disampaikan hari itu.

 

E.     Manfaat memahami Karakter Peserta didik

Memahami karakteristik peserta didik memiliki banyak manfaat yang akan diperoleh oleh guru maupun peserta didik, jika saling mengenal karakter masing-masing. Peserta didik akan merasa mendapatkan perlakuan yang adil, tidak ada diskriminasi, merasakan bimbingan yang maksimal dan dapat mengelaikan masalah peserta didik dengan memperhatikan karakternya. (meriyati :2015)

Begitu pentingnya mengenal dan memahami karakter peserta didik maka seorang pendidik maka seorang guru harus meluangkan waktunya bersama peserta didik dan memberikan perhatian dengan maksimal kepada peserta didik sehingga dapat membimbing mereka pada mencapai tujuan pendidikan. Manfaat yang dapat dipetik apabila pendidik mampu mengenal karakteristik peserta didik antara lain;

a)      Dapat mengetahui kelebihan yang mereka miliki dan dapat meningkatkan kelebihan yang dimiliki peserta didik

b)      Mendeteksi kelemahan yang mereka miliki dan memperbaikinya

c)      Mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri mereka dan memaksimalkan / mengembangkan potensi tersebut untuk kesuksesan dimasa yang akan datang

d)     Menyadarkan mereka bahwa masih memiliki banyak kekuarangan yang ada dlaam diri sendiri sehingga pantang untuk bersikap sombong dan merendahkan orang lain, karena merasa dirinya memiliki kelebihan

e)      Mengetahui jenis pekerjaan apa yang paling cocok untuk mereka dimana yang akan dating sesuai dengan kepribadian dan karakter mereka sehingga kita dapat mengarahkan peserta didik untuk menjadi lebih baik lagi

f)       Mengenal diri sendiri dapat membantu anak didik untuk berkompromi dengan diri sendiri dan orang lain dalam berbagai situasi yang tentu akan bermanfaat bagi kehidupan kesehariannya, terutama untuk lebih bersosialisasi

g)      Mengenal kepribadian (personality) diri dapat membantu mereka menerima dengan lapang dada segala kelebihan dan kekurangan dalam diri sendiri, sekaligus bertoleransi terhadap kelebihan dan kelemahan yang dimilki oleh orang lain.

Dengan begitu tidak ada alasan untuk kita terutama para calon pendidik atau para pendidik untuk tidak lebih mengenal dan memahami karakteristik peserta didik, karena sangat akan membantu kita dalam menjalankan tugas, dan menjadi guru yang professional.

 

SUMBER:

1.      Janawi. 2019. Memahami Karakteristik Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 6, No. 2, 2019, Hal. 68-79.

2.      Meriyati. 2015. Memahami Karakteristik Anak Didik. Lampung: Fakta Press IAIN Raden Intan Lampung.

Komentar